Perkuat Jaringan Pendidikan Serumpun, ISQI Sunan Pandanaran Teken MoU dengan Kesatuan Guru Melayu Malaysia Barat

Yogyakarta, 31 Desember 2025

Institut Studi Al-Qur’an dan Ilmu Keislaman (ISQI) Sunan Pandanaran Yogyakarta menerima kunjungan resmi dari Kesatuan Guru-Guru Melayu Malaysia Barat dalam rangka silaturahmi akademik sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama pendidikan Islam lintas negara serumpun Indonesia–Malaysia.

Acara diawali dengan sambutan dari Dr. Gus Azka, yang menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran para tamu dari Malaysia. Beliau berharap pertemuan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, tetapi dapat berlanjut pada kerja sama yang berkesinambungan.

“Mudah-mudahan kehadiran ibu dan bapak sekalian bukan hanya di acara ini saja, tetapi kita bisa bertemu kembali di lain waktu. Semoga silaturahmi ini terus terjaga. Aamiin,” tuturnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Muhamad Rizki Dwijatmoko S.pd selaku Kepala MI Sunan Pandanaran. Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan tamu dari Malaysia serta harapan agar komunikasi dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut.

“Selamat datang kami ucapkan kepada para tamu dari Malaysia. Mudah-mudahan ke depan kita bisa kembali bertemu dan terus menjalin komunikasi yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor ISQI Sunan Pandanaran, Dr. Imaduddin Sukamta, menekankan kedekatan historis dan linguistik antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu berasal dari akar yang sama, meskipun berkembang sesuai dengan konteks sosial dan budaya masing-masing wilayah. Hal ini menjadi modal penting dalam membangun kerja sama akademik dan keilmuan.

Sambutan dari pihak Malaysia disampaikan oleh Presiden Kesatuan Guru Melayu Malaysia Barat, Mr. Mohd Sobri bin Yusuf. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk membina dan mempererat hubungan secara langsung dengan lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya ISQI Sunan Pandanaran.

“Kami hadir untuk membina hubungan dan jaringan antarbangsa antara Malaysia dan Indonesia. Saat ini, Kesatuan Guru Melayu Malaysia Barat memiliki 18 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Insyaallah, jaringan ini akan membawa manfaat dan membuka peluang kolaborasi, khususnya dengan pondok pesantren di Indonesia. Mudah-mudahan komunikasi ini terus terjalin di setiap jaringan yang ada,” jelasnya.

Memasuki acara inti, Rektor ISQI Sunan Pandanaran menyampaikan bahwa pihak kampus sangat terbuka dan siap menerima calon mahasiswa dan mahasiswi dari Malaysia. Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara Pesantren Pandanaran dengan masyarakat Malaysia telah terjalin sejak lama, sehingga kerja sama ini merupakan penguatan dari relasi yang sudah ada.

Selain itu, disampaikan pula bahwa bentuk kolaborasi ke depan diharapkan lebih relevan dan aplikatif, baik dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, maupun program keislaman.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Rima, selaku Wakil Rektor ISQI Sunan Pandanaran, memperkenalkan salah satu program unggulan kampus, yaitu Program Kos Mahasiswa, yang disiapkan sebagai wadah pembinaan dan pendampingan bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ISQI Sunan Pandanaran dan Kesatuan Guru Melayu Malaysia Barat sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan kerja sama pendidikan dan keislaman.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan penanda bersejarah atas terjalinnya kerja sama antara kedua lembaga. Diharapkan, MoU ini menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang bermanfaat bagi kedua belah pihak serta mempererat ukhuwah pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *